ABSTRAK

Dewasa ini perkembangan teknologi komputer sangatlah pesat. Dengan menggunakan aplikasi komputer akan didapat informasi mengenai suatu tampilan objek yang ditampilkan lebih hidup dan menarik. Adanya kemajuan teknologi ini memungkinkan Sistem untuk menjalankan prosedur pemberian dana hibah dan bantuan sosial dapat berjalan lebih baik dan membantu masyarakat dan Pemerintah Provinsi Banten dalam menjalankan kegiatan yang berkaitan dengan hibah dan bantuan sosial yang lebih terstruktur dan lebih transparansi.

Daftar Isi

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembangunan Sistem informasi / aplikasi / website saat ini yang berlangsung di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten seakan – akan berjalan sendiri – sendiri. Meskipun sudah ada Peraturan Gubernur No. 35 Tahun 2008 dan Peraturan Gubernur No. 80, belum menjadikan panduan dalam mengembangkan sistem informasi / aplikasi tersebut. Agar terdapatnya sebuah sitem yang baik dalam menyelenggarakan kegiatan hibah dan bansos maka perlu dibuatnya suatu fasilitas untuk mendukung kegiatan tersebut. dengan dibuatnya aplikasi E-hibahbansos diharapkan dapat memudahkan segala proses kegiatan E-hibahbansos baik dari sisi pemerintahan maupun masyarakat Provinsi Banten.

1.2 Maksud dan Tujuan

a) Maksud

Maksud dari kegiatan ini adalah untuk melakukan kegiatan pengembangan Sistem Informasi E-hibahbansos.

b) Tujuan

Sistem ehibahbansos Provinsi Banten dibangun dengan tujuan untuk terciptanya efisiensi proses, perbaikan prosedur, peningkatan transparansi dan akuntabilitas belanja hibah, bantuan sosial dan bantuan keuangan pada Pemerintah Provinsi Banten.

1.3 Ruang Lingkup Pekerjaan

Ruang lingkup pekerjaan ini adalah pengembangan sistem informasi ini dilakukan di Dinas Komunikasi Informasi Statistika dan Persandian Provinsi Banten, adapun hasil dari kegiatan ini untuk dapat digunakan pada instansi dan masyarakat dilingkungan Pemerintah Provinsi Banten.

1.4 Ruang Lingkup Sistem Informasi / Aplikasi

a) Menyediakan situs bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah yang ada dilingkungan Pemerintah Provinsi Banten untuk menyimpan Prosedur Operasional Baku yang berlaku dilingkungannya secara digital, b) Menyediakan proses pengaduan pengadaan / pengembangan sistem informasi / aplikasi / website secara digital untuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah dilingkungan Pemeeritah Provinsi Banten.

1.5 Keluaran yang diinginkan

a) Tersedianya sistem informasi e-hibahbansos bagi sistem informasi / aplikasi / website, b) Tersedianya dokumen API yang digunakan.

1.6 Waktu dan Jadwal Pelaksanaan dan Lokasi Kegiatan

a) Waktu pelaksanaan kegiatan : 3 bulan sejak dikeluarkan SPK sampai dengan pemakaian, b) Lokasi kegiatan : Kantor OPD terkait dan Dinas Komunikasi Informasi Statistika dan Persandian Pemerintah Provinsi Banten.

2. METODE PENELITIAN

Untuk memperoleh data yang dapat menunjang aplikasi ini, maka di perlukan data teoritis dan data dinas terkait untuk mendapatkan data dan informasi yang berhubungan dengan aplikasi ini. Adapun penyusun melakukan beberapa penelitian yang dilakukan dengan :

2.1 Metode Yang digunakan

Menggunakan metode prototyping untuk melakukan perancangan sistem informasi berbasis web. Ilustrasi alur prototyping ilustrasi-alur-prototyping

2.2 Metode Pengumpulan Data

Untuk mengumpulkan data yang diperlukan untuk membangun sistem ini diadakan wawancara dan studi pustaka. Pengumpulan data ini diperlukan untuk mengetahui permasalahan dan gambaran sistem yang sedang berjalan sehingga dapat mengembangkannya untuk membentuk sistem baru yang dapat mendukung sistem yang sedang berjalan. 1). Wawancara ini dilakukan kepada Pemprov Banten. Wawancara dilakukan kepada sistem analist Pemprov Banten untuk mengetahui permasalahan dalam proses pendataan yang sedang berjalan sekarang. 2). Studi Pustaka, Melakukan pengumpulan melalui buku text, internet sebagai referensi.

3. HASIL PEMBAHASAN

3.1 Perencanaan Aplikasi

Sistem informasi e-hibahbansos adalah untuk mempermudah pemerintah dan masyarakat dalam menyenggarakan kegiatan hibah dan bantuan sosial.

3.2. Perancangan Sistem

Permodelan rancangan sistem yang digunakan adalah UML (Unified Modeling Language). Menurut Whitten dan Bentley (2007, p.381), Unified Modeling Language adalah kumpulan rancangan diagram untuk membangun sebuah sistem atau aplikasi yang dimana setiap diagram menyediakan sistem informasi kepada tim pengembang dengan berbagai sudut pandang yang berbeda-beda. UML yang kami gunakan terdiri dari use case diagram, activity diagram, sequence diagram, state chart diagram, class diagram, deploymen diagram dan technology diagram.

3.2.1 Use Cace Diagram

3.2.1.1 Use Case Diagram Super Admin

use-case-diagram-super-admin

3.2.1.2 Use Case Diagram Pendaftar Hibah

use case diagram Pendaftar Hibah

3.2.1.3 Use Case Diagram Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

use-case-diagram-opd

3.2.1.4 Use Case Diagram Inspektorat

use-case-diagram-Inspektorat

3.2.1.5 Use Case Diagram TAPD

use-case-diagram-TAPD

3.2.1.6 Use Case Diagram BPKAD

use-case-diagram-BPKAD

3.2.2 Activity Diagram

3.2.2.1 Activity Diagram Super Admin

activity-diagram-super-admin

3.2.2.2 Activity Diagram Kegiatan Belanja Hibah Bansos

activity-diagram-kegiatan-belanja-dana-hibah-bansos

3.2.3 Sequence Diagram

3.2.3.1 Sequence Diagram Super Admin

sequence-diagram-super-admin

3.2.3.2 Sequence Kegiatan Belanja Hibah Bansos

sequence-diagram-belanja-hibah-bansos

3.2.4 State Chart Diagram

3.2.4.1 State Chart Diagram Super Admin

state-chart-diagram-super-admin

3.2.4.2 State Chart Diagram Pendaftar Hibah / Bansos

state-chart-diagram-pendaftar

3.2.4.3 State Chart Diagram OPD

state-chart-diagram-opd

3.2.4.4 State Chart Diagram Inspektorat

state-chart-diagram-inspektorat

3.2.4.5 State Chart Diagram TAPD

state-chart-diagram-tapd

3.2.4.6 State Chart Diagram BPKAD

state-chart-diagram-bpkad

3.2.5 Deployment Diagram

deployment-diagram

3.2.6 Technology Stack Diagram

technology-stack-diagram

3.3 Tahapan Pekerjaan :

Tahap-tahap atau langkah yang dilakukan dalam mengembangkan Sistem Informasi E-hibahbansos adalah sebagai berikut:

3.3.1 Analisis dan Perancangan

1). Analisis Tim pengembang aplikasi akan melakukan analisis jika diperlukan dapat dilakukan survey pendahuluan untuk melihat sejauh mana kebutuhan pengguna akan sistem yang akan dibangun, data-data yang dibutuhkan, dll. Dalam analisis ini dilakukana diskusi-diskusi baik dengan bagian terkait pada satuan kerja.

2). Perancangan Sistem Perancangan sistem dilaksanakan setelah proses analisis dilaksanakan dan telah disepakati modul dan prosedur-prosedur yang akan diterapkan dalam sistem. Perancangan sistem meliputi kegiatan: penetapan alur data/dokumen, penetapan prosedur, perancangan database, perancangan form dan perancangan interface/dialog layar.

3.3.2 Pembangunan Sistem

Setelah proses analisis dan perancangan sistem selesai dilakukan, tahapan selanjutnya adalah pembangunan sistem, yang meliputi kegiatan. Pembuatan struktur database, pembuatan kode program/koding, pembuatan laporan-laporan.

3.3.3 Integrasi dan Pengujian

1). Integrasi Setelah proses pengembangan sistem selasai dilakukan, tahap selanjutnya adalah Integrasi sistem, yang meliputi kegiatan: pembuatan struktur database terkait integrasi, pembuatan kode program/coding terkait integrasi, pembuatan laporan-laporan terkait integrasi. Penggunaan webservices / API yang telah disiapkan oleh sistem informasi / aplikasi yang ada. 2). Pengujian Sistem yang telah selesai dibuat akan diuji coba menggunakan data test sebelum sistem dijalankan. Dalam uji coba sistem ini akan diterapkan metode prototye, yaitu jika terjadi kesalahan/kekurangan baik proses maupuan output sistem, maka kesalahan/kekurangan tersebut akan diperbaiki/ditambahkan, sehingga memungkinkan pengembang untuk kembali ke tahapan pertama yaitu analisa (jika kekurangan sistem memang tidak terdefinisikan dalam dokumen perancangan sistem).

3.4 Hasil

Berikut ini adalah hasil eksekusi sistem informasi Dashboard

3.4.1 Layout Tampilan Awal

tampilan-awal

3.4.2 Layout Tampilan Login

dashboard-awal-login

3.4.3 Layout Tampilan Registrasi

dashboard-super-admin

3.4.4 Layout Tampilan Tentang

Tentang

3.4.5 Layout Tampilan Proposal

Tentang

3.4.6 Layout Tampilan Laporan

dashboard-superadmin

3.4.7 Layout Tampilan Superadmin

dashboard-superadmin

3.4.7.1 Layout Tampilan Koreksi

koreksi

3.4.7.2 Layout Tampilan CMS

koreksi

3.4.8 Layout Tampilan Pendaftar Hibah Bansos

pendaftar

3.4.8.1 Layout Tampilan Daftar

koreksi

3.4.8.2 Layout Tampilan LPJ

koreksi

3.4.9 Layout Tampilan OPD

tampilan OPD

3.4.9.1 Layout Tampilan Daftar OPD

koreksi

3.4.9.2 Layout Tampilan Cek Berkas

koreksi

3.4.9.3 Layout Tampilan Pemberian Rekomendasi

koreksi

3.4.10 Layout Tampilan Inspektorat

tampilan OPD

3.4.10.1 Layout Tampilan Rekomendasi dan Verifikasi

koreksi

3.4.11 Layout Dashboard TAPD

tampilan OPD

3.4.9.1 Layout Tampilan Verifikasi

koreksi

3.4.9.2 Layout Tampilan Generate

koreksi

3.4.12 Layout Dashboard BPKAD

tampilan BPKAD](/document/aplikasi/dashboard-pimpinan/images/desain-dan-perancangan/dashboard-admin.jpg)

3.4.12.1 Layout Tampilan Upload SPPD dan SPJ

koreksi

4.PENUTUP

Dengan adanya pembuatan dari sistem aplikasi E-hibahbansos diharapkan dapat terciptanya efisiensi proses, perbaikan prosedur, peningkatan transparansi dan akuntabilitas belanja hibah, bantuan sosial dan bantuan keuangan pada Pemerintah Provinsi Banten.