ABSTRAK

Sistem Dashboard merupakan suatu sistem berbasis komputer yang dapat membantu suatu pemerintahan untuk meningkatkan kinerja dalam pengambilan keputusan dan memecahkan masalah yang umumnya berada di dalam wilayah dengan dimensi yang beragam. Sistem informasi sekarang sudah banyak tersedia di berbagai pemerintahan bertujuan untuk mewujudkan visi dan misi pemerintahan. Dewasa ini perkembangan teknologi komputer sangatlah pesat. Dengan menggunakan aplikasi komputer akan didapat informasi mengenai suatu tampilan objek yang ditampilkan lebih hidup dan menarik. Adanya kemajuan teknologi ini memungkinkan Sistem aplikasi Dashboard dapat memberikan jalan yang terbaik dan lebih menarik untuk masyarakat. dengan adanya Sistem aplikasi Dashboard Pemerintahan Provinsi Banten Berbasis Web mampu memberikan keputusan terbaik dalam melakukan pemantauan dalam laporan.

DAFTAR ISI

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembangunan Sistem informasi / aplikasi / website saat ini yang berlangsung di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten seakan – akan berjalan sendiri – sendiri. Meskipun sudah ada Peraturan Gubernur No. 35 Tahun 2008 dan Peraturan Gubernur No. 80, belum menjadikan panduan dalam mengembangkan sistem informasi / aplikasi tersebut. Agar unsur pimpinan pada tiap tiap tingkatan dapat mengetahui aktifitas kegiatan di lingkungan masing – masing, maka diperlukan adanya suatu fasilitas yang dapat memberikan informasi secara cepat sesuai dengan sistem informasi / aplikasi yang digunakan. Mengingat banyaknya sistem informasi / aplikasi yang dipergunakan di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten, maka dipandang perlu adanya yang mengumpulkan data / informasi untuk pimpinan tersebut pada suatu sistem informasi terpusat agar unsur pimpinan tidak perlu berpindah – pindah aplikasi. Perkembangan dunia komputer yang semakin kompleks mendorong setiap individu atau kelompok mau tidak mau harus menerapkannya dalam segala aktivitas. Disadari atau tidak setiap sistem yang ada seakan kurang lengkap ketika masih menggunakan model ataupun pengelolaan secara manual, disamping sangat banyak energi dan sumber daya yang akan terbuang, baik dari segi finansial yang tentunya menjadikan biaya lebih tinggi, maupun dari segi waktu yang akan memakan waktu lebih banyak. Dengan demikian, ukuran perkembangan Pemerintahan banyak diukur dari penerapan teknologi informasi yang digunakan dan bukan dari skala ukuran lain seperti besarnya gedung Pemerintahan yang dimiliki. Kebutuhan akan teknologi informasi sangat berhubungan dengan peran Pemerintahan sebagai kekuatan untuk kemajuan suatu daerahnya. Sistem informasi diatas terbatas pada unsur pimpinan yang mana hanya dapat diakses dengan identifikasi / otentikasi.

1.2 Maksud dan Tujuan

a) Maksud

Maksud dari kegiatan ini adalah untuk melakukan kegiatan pengembangan Sistem Informasi Dashboard Pimpinan.

b) Tujuan

Tujuan dari kegiatan ini adalah agar tersedianya Sistem Informasi Dashboard Pimpinan dan untuk mempermudah pimpinan untuk melihat dan menilai kinerja SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah).

1.3 Ruang Lingkup Pekerjaan

Ruang lingkup pekerjaan ini adalah pengembangan sistem informasi ini dilakukan di Dinas Komunikasi Informasi Statistika dan Persandian Provinsi Banten, adapun hasil dari kegiatan ini untuk dapat digunakan pada instansi dilingkungan Pemerintah Provinsi Banten.

1.4 Ruang Lingkup Sistem Informasi / Aplikasi

a) Menyediakan situs bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah yang ada dilingkungan Pemerintah Provinsi Banten untuk menyimpan Prosedur Operasional Baku yang berlaku dilingkungannya secara digital, b) Menyediakan proses pengaduan pengadaan / pengembangan sistem informasi / aplikasi / website secara digital untuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah dilingkungan Pemeeritah Provinsi Banten.

1.5 Keluaran yang diinginkan

a) Tersedianya sistem informasi dashboard bagi sistem informasi / aplikasi / website, b) Tersedianya situs Portal Pemerintah Provinsi Banten bagi sistem informasi / aplikasi / website, c) Tersedianya dokumen API yang digunakan.

1.6 Waktu dan Jadwal Pelaksanaan dan Lokasi Kegiatan

a) Waktu pelaksanaan kegiatan : 3 bulan sejak dikeluarkan SPK sampai dengan pemakaian, b) Lokasi kegiatan : Kantor OPD terkait dan Dinas Komunikasi Informasi Statistika dan Persandian Pemerintah Provinsi Banten.

2. METODE PENELITIAN

Untuk memperoleh data yang dapat menunjang aplikasi ini, maka di perlukan data teoritis dan data dinas terkait untuk mendapatkan data dan informasi yang berhubungan dengan aplikasi ini. Adapun penyusun melakukan beberapa penelitian yang dilakukan dengan :

2.1 Metode Yang digunakan

Menggunakan metode prototyping untuk melakukan perancangan sistem informasi berbasis web. Ilustrasi alur prototyping ilustrasi-alur-prototyping

2.2 Metode Pengumpulan Data

Untuk mengumpulkan data yang diperlukan untuk membangun sistem ini diadakan wawancara dan studi pustaka. Pengumpulan data ini diperlukan untuk mengetahui permasalahan dan gambaran sistem yang sedang berjalan sehingga dapat mengembangkannya untuk membentuk sistem baru yang dapat mendukung sistem yang sedang berjalan. 1). Wawancara ini dilakukan kepada Pemprov Banten. Wawancara dilakukan kepada sistem analist Pemprov Banten untuk mengetahui permasalahan dalam proses pendataan yang sedang berjalan sekarang. 2). Studi Pustaka, Melakukan pengumpulan melalui buku text, internet sebagai referensi.

3. HASIL PEMBAHASAN

3.1 Perencanaan Aplikasi

Sistem informasi dashboard adalah untuk mempermudah pimpinan memonitoring kinerja SKPD ( Satuan Kerja Perangkat daerah).

3.2. Perancangan Sistem

Permodelan rancangan sistem yang digunakan adalah UML (Unified Modeling Language). Menurut Whitten dan Bentley (2007, p.381), Unified Modeling Language adalah kumpulan rancangan diagram untuk membangun sebuah sistem atau aplikasi yang dimana setiap diagram menyediakan sistem informasi kepada tim pengembang dengan berbagai sudut pandang yang berbeda-beda. UML yang kami gunakan terdiri dari use case diagram, activity diagram, sequence diagram, state chart diagram, class diagram, deploymen diagram dan technology diagram.

3.2.1 Use Cace Diagram

3.2.1.1 Use Case Diagram Super Admin

use-case-diagram-super-admin

3.2.1.1 Use Case Diagram Admin

use case diagram admin

3.2.1.2 Use Case Diagram Dinas

use-case-diagram-dinas

3.2.2 Activity Diagram

3.2.2.1 Activity Diagram Super Admin

activity-diagram-super-admin

3.2.2.2 Activity Diagram Input Data Super Admin

activity-diagram-input-data-super-admin

3.2.2.3 Activity Diagram Edit Data Super Admin

activity-diagram-edit-data-super-admin

3.2.2.4 Activity Diagram Delete Data Super Admin

activity-diagram-delete-data-super-admin

3.2.2.5 Activity Diagram View Data Super Admin

activity-diagram-view-data-super-admin

3.2.2.6 Activity Diagram Admin

activity-diagram-admin

3.2.2.7. Activity Diagram Input Data Admin

activity-diagram-input-data-admin

3.2.2.8 Activity Diagram Edit Data Admin

activity-diagram-edit-data-admin

3.2.2.9 Activity Diagram Delete Data Admin

activity-diagram-delete-data-admin

3.2.2.10 Activity Diagram View Data Admin

activity-diagram-view-data-admin

3.2.2.11 Activity Diagram Gubernur

activity diagram gubernur

3.2.2.12 Activity Diagram View Gubernur

activity-diagram-view-data-gubernur

3.2.3 Sequence Diagram

3.2.3.1 Sequence Diagram Login Super Admin

sequence-diagram-super-admin

3.2.3.2 Sequence Diagram Input Data Super Admin

sequence-diagram-super-admin

3.2.3.3 Sequence Diagram Edit Data Super Admin

sequence-diagram-edit-data-admin

3.2.3.4 Sequence Diagram Delete Data Super Admin

sequence-diagram-delete-data-super-admin

3.2.3.5 Sequence Diagram View Data Super Admin

sequence-diagram-view-super-admin

3.2.3.6 Sequence Diagram Login Admin

sequence-diagram-login-admin

3.2.3.7 Sequence Diagram Input Data Admin

sequence-diagram-input-data-admin

3.2.3.8 Sequence Diagram Edit Data Admin

sequence-diagram-edit-data-admin

3.2.3.9 Sequence Diagram Delete Data Admin

sequence-diagram-delete-data-admin

3.2.3.10 Sequence Diagram View Data Admin

sequence-diagram-view-data-admin

3.2.3.11 Sequence Diagram Login Gubernur

sequence-diagram-login-gubernur

Sequence Diagram View Gubernur

sequence-diagram-view-gubernur

3.2.4 State Chart Diagram

3.2.4.1 State Chart Diagram Login Super Admin

state-chart-diagram-login-super-admin

3.2.4.2 State Chart Diagram Input Data Super Admin

state-chart-diagram-input-data-super-admin

3.2.4.3 State Chart Diagram Edit Data Super Admin

state-chart-diagram-edit-data-super-admin

3.2.4.4 State Chart Diagram Delete Data Super Admin

state-chart-diagram-delete-data-super-admin

3.2.4.5 State Chart Diagram View Data Super Admin

state-chart-diagram-view-data-super-admin

3.2.4.6 State Chart Diagram Login Admin

state-chart-diagram-login-admin

3.2.4.7 State Chart Diagram Input Data Admin

state-chart-diagram-input-data-admin

3.2.4.8 State Chart Diagram Edit Data Admin

state-chart-diagram-edit-data-admin

3.2.4.9 State Chart Diagram Delete data Admin

state-chart-diagram-delete-data-admin

3.2.4.10 State Chart Diagram View Data Admin

state-chart-diagram-view-data-admin

3.2.4.11 State Chart Diagram Gubernur

state-chart-diagram-login-gubernur

3.2.4.12 State Chart Diagram View Data Gubernur

state-chart-diagram-view-data-gubernur

3.2.5 Deployment Diagram

deployment-diagram

3.2.6 Technology Stack Diagram

technology-stack-diagram

3.3 Tahapan Pekerjaan :

Tahap-tahap atau langkah yang dilakukan dalam mengembangkan Sistem Informasi Dashboard Pimpinan adalah sebagai berikut:

a) Analisis dan Perancangan

1). Analisis Tim pengembang aplikasi akan melakukan analisis jika diperlukan dapat dilakukan survey pendahuluan untuk melihat sejauh mana kebutuhan pengguna akan sistem yang akan dibangun, data-data yang dibutuhkan, dll. Dalam analisis ini dilakukana diskusi-diskusi baik dengan bagian terkait pada satuan kerja. 2). Perancangan Sistem Perancangan sistem dilaksanakan setelah proses analisis dilaksanakan dan telah disepakati modul dan prosedur-prosedur yang akan diterapkan dalam sistem. Perancangan sistem meliputi kegiatan: penetapan alur data/dokumen, penetapan prosedur, perancangan database, perancangan form dan perancangan interface/dialog layar.

b) Pembangunan Sistem

Setelah proses analisis dan perancangan sistem selesai dilakukan, tahapan selanjutnya adalah pembangunan sistem, yang meliputi kegiatan. Pembuatan struktur database, pembuatan kode program/koding, pembuatan laporan-laporan.

c) Integrasi dan Pengujian

1). Integrasi Setelah proses pengembangan sistem selasai dilakukan, tahap selanjutnya adalah Integrasi sistem, yang meliputi kegiatan: pembuatan struktur database terkait integrasi, pembuatan kode program/coding terkait integrasi, pembuatan laporan-laporan terkait integrasi. Penggunaan webservices / API yang telah disiapkan oleh sistem informasi / aplikasi yang ada. 2). Pengujian Sistem yang telah selesai dibuat akan diuji coba menggunakan data test sebelum sistem dijalankan. Dalam uji coba sistem ini akan diterapkan metode prototye, yaitu jika terjadi kesalahan/kekurangan baik proses maupuan output sistem, maka kesalahan/kekurangan tersebut akan diperbaiki/ditambahkan, sehingga memungkinkan pengembang untuk kembali ke tahapan pertama yaitu analisa (jika kekurangan sistem memang tidak terdefinisikan dalam dokumen perancangan sistem).

3.4 Hasil

Berikut ini adalah hasil eksekusi sistem informasi Dashboard

3.4.1 Struktur Menu Dashboard Pimpinan

dashboard-struktur-menu-pimpinan

3.4.2 Layout Tampilan Depan

layout-dashboard-awal

3.4.3 Layout Tampilan Login

dashboard-awal-login

3.4.4 Layout Tampilan Super Admin

dashboard-super-admin

3.4.5 Layout Tampilan Admin

dashboard-admin

3.4.6 Layout Tampilan Gubernur

dashboard-gubernur

3.4.7 Layout Dashboard Kependudukan

dashboard-kependudukan

3.4.8 Layout Dashboard Kepegawaian

dashboard-kepegawaian

3.4.9 Layout Dashboard Kependidikan

dashboard-kependidikan

3.4.10 Layout Dashboard Kesehatan

dashboard-kesehatan

4.PENUTUP

Dengan adanya pembuatan dari sistem informasi dashboard ini dapat membantu dalam mencari informasi atau laporan yang terdapat di pemerintahan Banten, sehingga pimpinan tidak sulit jika ingin mencari informasi atau laporan yang ada dan dapat mempermudah pimpinan memonitoring kinerja para pegawai SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah).